Tampilkan postingan dengan label rumahmokit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumahmokit. Tampilkan semua postingan

Review : Revell 1/144 TF104G Starfighter

Revell 1/144 TF104G Starfighter box
The Widow Maker

Sejarah F104 Starfighter bermula dari perang Korea. Di perang ini pilot Amerika berhapan dengan MiG 15 yang simple dan lincah. Pilot Amerika pada masa itu sudah dilengkapi pesawat yang canggih yang mampu meladeni MiG 15, F86 Sabre. Tapi untuk di masa depan mereka menginginkan pesawat baru, pesawat yang sederhana, mudah di maintain, dapat menanjak lebih tinggi dan cepat dari pesawat lainnya.  

Review : Revell 1/144 Eurofighter Typhoon

Revell 1/144 Typhoon Box


Kelahiran Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon lahir di Eropa pada masa perang dingin. Berbeda dengan Amerika yang berada cukup jauh, negara-negara Eropa barat hanya terpisah oleh Fulda Gap dengan Soviet. Serangan massif Soviet bisa datang dengan cepat, hampir tanpa peringatan. Oleh karena itu negara-negara Eropa barat butuh pesawat tempur yang bisa segera take off, cepat menanjak ke ketinggian operasional, menghadang elemen udara ataupun menghabisi elemen darat musuh.

Review : Trumpeter 1/144 Rafale M

Trumpeter 1/144 Rafale M box
Dassault Rafale

Pada akhir 1970an, AL dan AU Perancis menginginkan pesawat tempur baru. Kebetulan requirement mereka cukup mirip sehingga satu airframe diharapkan bisa memenuhi requirement keduanya. Negara-negara Eropa barat lainnya juga menginginkan pesawat tempur dengan requirement serupa. Sehigga mereka memutuskan untuk bekerjasama membuat satu pesawat, ECA (European Combat Aircraft).

Build Review : Dragon 1/700 HMS Liverpool water base

Dragon 1/700 HMS Liverpool water base
Saya baru saja membeli mokit kapal murah tapi super detail, Dragon 1/700 HMS Liverpool. Mokit ini termasuk premium series dari Dragon. Artinya di dalamnya sudah ada lumayan banyak PE parts. Cukup untuk membuat model yang akurat jika dirakit dengan benar.

Review: Trumpeter 1/35 SA2 Guideline on Launcher

Trumpeter 1/35 SA-2 Guideline on Launcher
SA-2 Guideline

Pada akhir WWII, pesawat bomber dan recce didisain untuk terbang sangat tinggi agar aman dari incaran fighter lawan. Fighter memang punya performa tinggi, tapi untuk mencapai ketinggian jelajah bomber dan recce bukan perkara yang mudah. Fighter tidak bisa langsung mengarahkan hidung pesawat vertikal ke atas. Kalaupun mesin fighter cukup kuat, bahan bakar bisa keburu habis duluan. Fighter perlu naik dengan sudut yang sedikit landai, memanfaatkan daya angkat sayap untuk membantu dorongan mesin. Akibatnya proses penyergapan harus direncanakan dari jarak jauh dan lebih mudah diprediksi. Sudah sampai di ketinggian pun masalah belum usai. Di ketinggian ini udara sangat tipis, sehingga performa mesin dan aerodinamika fighter merosot drastis. Kelincahan fighter pun menghilang di ketinggian ini. Bomber dan recce memang lamban, tapi fighter lebih lamban lagi. Bomber dan recce bisa dengan aman menyusupi daerah pertahanan.    

Review : Hobbyboss 1/700 USS Cole Alreigh Burke class AEGIS destroyer

Hobbyboss 1/700 USS Cole

Jika anda tertarik membuat mokit ini, silahkan kunjungi toko kami www.rumahmokit.com

Phased Array Radar

Pejamkan mata anda, dengar suara di sekeliling dan coba tebak posisi sumber suara.

Kemungkinan besar anda bisa memperkirakan posisi sumber suara hanya dengan mendengarnya saja.

Bagaimana anda bisa menebak posisi sumber suara hanya dengan mendengar saja?

Review : Pit Road 1/700 USS Hornet CV 8

Pit Road 1/700 USS Hornet box
The Man behind the gun

The most important is the man behind the gun.

War is fought by soldiers.

Kata kata diatas, dan banyak lagi hasil pemikiran orang-orang hebat menyimpulkan pentingnya manusia sebagai penentu kemenangan. Teknologi dan logistik memang penting untuk menghadirkan peralatan berkualitas dalam jumlah yang cukup di tempat dan waktu yang tepat. Tapi semua itu perlu diawaki oleh manusia. Tanpa manusia yang berkualitas, semua itu akan sia sia.

Review : Tamiya 1/72 Su34 Strike Flanker

Tamiya 1/72 Su34 Strike Flanker

Su34 Strike Flanker

Amerika telah sukses mengkonversi pesawat air superioritynya (F14 Tomcat & F15 Eagle) menjadi pesawat penyerang darat/interdiction strike (F14D Bombcat & F15E Strike Eagle). Russia pun melakukan hal yang serupa. Mereka mengambil dasar dari pesawat air superiority terhebat mereka, Su27 untuk membuat Su34. Pilihan ini masuk akal, karena seperti F14 dan F15, Su27 memiliki jangkauan jauh dan mampu membawa persenjataan berat. Kedua karakteristik ini diperlukan untuk misi interdiction strike.

Review : Tamiya 1/72 A6E Intruder

Tamiya 1/72 A6E Intruder
A6 Intruder

Bagi yang bukan maniak pesawat mungkin belum pernah mendengar nama A6 Intruder.

Tidak seperti pesawat tempur lain yang berbentuk ramping dan sexy, Intruder berbentuk gemuk dan jelek. Soal kecepatan juga tidak ada yang bisa dibanggakan. Tidak seperti pesawat tempur lain di zamannya, Intruder tidak bisa menembus kecepatan suara. Soal kelincahan juga sama, Intruder tidak bisa diharapkan untuk dogfight dengan fighter musuh.

Construction tips : Pengukuran dimensi dengan mudah dan akurat menggunakan sigmat

Hobby model kit adalah sebuah seni untuk merakit mokit menjadi miniatur yang semirip mungkin dengan objek aslinya. Parts asli dari mokit sudah didisain seoptimal mungkin untuk membentuk model yang akurat dan detail. Akan tetapi keterbatasan teknologi mass production, limitasi harga, dan keterbatasan referensi pada saat mokit didisain oleh pabrikan membuat mokit tidak sempurna. Bisa jadi ada parts yang bentuknya kurang tepat atau ada detail yang kurang. Disini adalah seni sebenarnya hobby ini, untuk menyempurnakan parts, membuat model yang sebaik mungkin dari kit yang tersedia.

Review : Academy 1/72 P38J Lightning European Theater Operation

Academy 1/72 P38J Lightning
Lockheed P38 Lightning

Clarence “Kelly’ Johnson adalah legenda tersendiri di dunia penerbangan. Beberapa pesawat legendaris seperti F104 Starfighter, U2 dragon Lady, dan SR71 Blackbird adalah hasil kejeniusan dia dan teamnya. Pada awal karirnya, disainer jenius ini juga turut membidani lahirnya sebuah pesawat tempur legendaris: P38 Lightning.

Build Review : Tamiya 1/24 Porsche 911 GT1

Tamiya 1/24 Porsche 911 GT1


Terus terang saya bukan pecinta mobil dan saya hampir tidak tahu apa apa tentang Porsche 911 GT1. Yang saya tahu tentang 911 GT1 adalah ada turnamen antar mobil produksi standar. Turnamen ini seharusnya hanya diikuti oleh mobil produksi standar, dan bukan mobil yang khusus didisain untuk balap. Porsche mengambil celah di aturan turnamen ini. Mereka membuat 911 GT1 khusus untuk balap, dan memproduksinya dalam jumlah kecil agar 911 GT1 dapat mengikuti turnamen itu. Hasilnya adalah mobil ber performa tinggi yang khusus disisain untuk balapan. Biarpun judulnya 911 GT1, tapi mobil ini sebenarnya jauh berbeda dari Porsche 911 standar. Faktor kenyamanan untuk pemakaian harian ditinggalkan untuk mengejar performa di lintasan balap.

Build Review : Italeri 1/72 F14 Tomcat English Version

Italeri 1/72 F14 Tomcat

This is an updated English version of my Italeri 1/72 Tomcat build review. Original Indonesian version can be found here.

The Grumman F14 Tomcat
To be honest, I not used to be a big fan of Tomcat. For me it’s just a big fat expensive interceptor. Tomcats air to air combat record is not impressive. It famous after shot down Libyan Su22, just an attack aircraft, not an agile fighter.   

Then everything changes after I watched Top Gun movie almost six times in a week. I have to admit the ingenuity of this movie displaying agility of a fat Tomcat next to small A4 and F5. I’m very impressed by Tomcat’s agility. Especially when considering its original role as a high speed interceptor, designed to shoot down enemy supersonic bombers before they can launch their missiles. Yes, bombers, not bomber, because Tomcat can track and shoot multiple targets at once with their Phoenix missiles. Even though Tomcat never performs this role, its presence must be put a lot of headache in Soviet naval planners to develop a plan to sink US carriers.    

Review : Hasegawa 1/72 F14 Tomcat

Hasegawa 1/72 F14 Tomcat Box
450rb untuk mokit Hasegawa 1/72???
Jujur saja, awalnya saya kaget. Pengalaman saya sebelum ini untuk Hasegawa 1/72 hanya Harrier, Starfighter, dan Jaguar yang masih di sekitaran 100rb. Begitu buka kotaknya, baru saya sadar value sebenarnya dari kit ini.

Review : Italeri 1/35 Leopard 2A6

Italeri 1/35 Leopard 2A6

Leopard 2A6
Di dunia ini ada dua jenis tank: buatan Jerman dan tank lainnya.

Kalimat diatas mungkin bukan isapan jempol belaka. Jerman memang terkenal dengan tank yang tangguh. Pada awal WWII, negara ini mampu menguasai seluruh eropa barat dengan cepat berbekal taktik blitzkrieg. Komponen utama taktik ini adalah panzer yang memiliki mobilitas tinggi, daya tembak mumpuni, dan armor yang kokoh. Tank ini mampu berkerjasama dengan baik dengan infantry, altilleri, dan komponen udara. Kerjasama yang menghasilkan serangan dashyat yang mampu menembus pertahanan negara-negara eropa barat dengan relatif mudah.

Sweet 1/144 WWII aircraft model kits


Sweet 1/144 Hawker Hurricane

Sweet memang bukan pabrikan mokit yg terkenal di indonesia. Sweet berasal dari Jepang, sebuah negara yang terkenal dengan miniaturisasi dan presisi. Sweet membawa kedua karakter ini dalam mokit-nya. Tidak hanya itu, mokit keluaran Sweet cukup unik dan dikemas dengan cara yang unik pula.


Review : Hobbyboss 1/700 Typhoon Russian SSBN


Typhoon adalah kapal selam terbesar yang pernah dibuat. Berat submerge nya sekitar 48000 ton, bandingkan dengan saingan terdekatnya dari Amerika SSBN Ohio yang “hanya” 19000 ton. Ukuran raksasa ini untuk menunjang misi utama Typhoon, yaitu sebagai peluncur missil balistik nuklir (SLBM – submarine launched ballistic missile). SLBM, apalagi buatan Soviet/Russia berukuran sangat besar, sehingga ukuran kapal pembawanya pun harus disesuaikan. Ukuran besar ini juga menyediakan ruang ekstra bagi kenyamanan awaknya, bahkan didalamnya ada gym dan kolam renang.

Review : Hobbyboss 1/350 Type 212 German AIP submarine



Teknologi kapal selam Jerman adalah salah satu yang terbaik di dunia. Pada perang dunia II Jerman nyaris mengalahkan Inggris dengan blockade U-Boat. Sebagai negara yang kalah dalam perang dunia II, Jerman mungkin tahu diri untuk tidak menggunakan senjata nuklir. Untuk urusan kapal selam pun seperti itu. Pada saat negara maju lain seperti Amerika, Russia, Inggris, dan Prancis menggunakan propulsi nuklir untuk kapal selamnya, Jerman memilih menggunakan propulsi konvensional.

Type 212 adalah kelas kapal selam andalan Jerman ssat ini. Type ini berpropulsi konvensional dan berukuran jauh lebih kecil dari kapal selam nuklir, tapi jangan anggap remeh, bukan Jerman namanya kalau tidak menghasilkan teknologi nomor wahid.

Review : Hobbyboss 1/35 Leopard 2A4


Di dunia ini ada dua jenis tank: buatan Jerman dan tank lainnya.

Kalimat diatas mungkin bukan isapan jempol belaka. Jerman memang terkenal dengan tank yang tangguh. Pada awal WWII, negara ini mampu menguasai seluruh eropa barat dengan cepat berbekal taktik blitzkrieg. Komponen utama taktik ini adalah panzer yang memiliki mobilitas tinggi, daya tembak mumpuni, dan armor yang kokoh. Tank ini mampu berkerjasama dengan baik dengan infantry, altilleri, dan komponen udara. Kerjasama yang menghasilkan serangan dashyat yang mampu menembus pertahanan negara-negara eropa barat dengan relatif mudah.

Review : Academy 1/72 F-22 Raptor


Raptor adalah fighter terbaru, tercanggih, dan termahal yang aktif pada saat ini. Fighter ini di claim dapat melakukan first look, first shoot, first kill. Menghabisi lawan sebelum lawan sadar sedang diincar oleh raptor. Hal ini ada berkat kemampuan stealth dan supercruise yang oke.
Supercruise artinya raptor dapat melaju supersonic tanpa afterburner. Tanpa afterburner artinya pemakaian bahan bakar yang jauh lebih irit dan mampu terbang supersonic lebih lama. Hal ini akan memperlebar window peluncuran BVR missile. Kecepatan supersonic pada saat peluncuran akan menambah keunggulan kinematic pada missil. Keunggulan berupa kecepatan awal lebih tinggi ini dapat ditranslasikan menjadi jangkauan lebih jauh atau manuverabilitas extra. Saat ini Raptor mengandalkan AIM120C AMRAAM sebagai missil BVR utama. Missil ini memang sudah battle proven, tapi sayangnya kemampuannya diatas kertas masih kalah dengan R77 bawaan Flanker atau MBDA Meteor bawaan Eurofighter.