Tampilkan postingan dengan label revell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label revell. Tampilkan semua postingan

Review : Revell 1/72 Gripen

Revell 1/72 Gripen

Guerilla fighter.

Jika ditanya fighter paling cocok untuk Indonesia, saya akan menjawab Gripen.

Review : Revell 1/72 Eurofighter Typhoon single seater

Revell 1/72 Eurofighter Typhoon

Yesterday we had raptor salad for lunch

Yups itu adalah komentar pihak Jerman saat Eurofighter Typhoon mereka berhasil menggasak F-22 Raptor dalam simulasi dogfight di Red Flag exercise. Simulasi ini memang kontroversial, banyak pihak yang mengatakan bahwa rules of engagement tidak realistis dan terlalu berpihak ke Typhoon. Namun simulasi ini tetap membuktikan bahwa dalam kondisi yang tepat, Typhoon mampu mengalahkan stealth fighter generasi terbaru.

Review : Revell 1/72 F-4F Phantom

Revell 1/72 F-4F Phantom

The Heavyweight Dogfighter.

F-4 Phantom identik dengan fighter besar bersenjatakan rudal berpemandu radar untuk menghantam musuh dari jarak jauh. Namun ada satu varian Phantom yang nyeleneh, yaitu F-4F milik Luftwaffe. Berbeda dengan varian lainnya, F-4F dioptimasi untuk dogfight jarak dekat. 

Review : Revell 1/72 Horten Go229

Revell 1/72 Horten Go229 


Flying Wing.

Pesawat yang sedang terbang pasti akan dihambat oleh hambatan udara atau drag. Drag ini perlu diatasi oleh dorongan mesin agar pesawat dapat mempertahankan kecepatan terbangnya. Reduksi drag adalah salah satu tujuan utama disainer pesawat. Jika drag lebih kecil, maka daya dorong mesin yang diperlukan untuk mencapai performa yang sama juga lebih kecil. Mesin dengan daya yang lebih kecil bisa dibuat lebih kecil, ringan, dan irit bahan bakar. Irit bahan bakar berarti perlu lebih sedikit bahan bakar untuk mencapai jarak yang sama. Lebih sedikit bahan bakar artinya bobot bahan bakar yang perlu dibawa lebih ringan. Bobot bahan bakar lebih ringan artinya struktur pesawat bisa dibuat lebih sederhana dan ringan. Secara keseluruhan ukuran dan berat pesawat bisa diminimalisir dengan reduksi drag. Ukuran yang kecil dan ringan ini pun mereduksi drag lebih jauh lagi. Reduksi drag ini kemudian bisa memperkecil ukuran dan berat, dan seterusnya. Iterasi ini berlanjut terus sampai tercapai parameter yang diinginkan. Jadi sedikit saja reduksi drag bisa mengingkatkan efisiensi atau performa secara signifikan.

Review : Revell 1/144 TF104G Starfighter

Revell 1/144 TF104G Starfighter box
The Widow Maker

Sejarah F104 Starfighter bermula dari perang Korea. Di perang ini pilot Amerika berhapan dengan MiG 15 yang simple dan lincah. Pilot Amerika pada masa itu sudah dilengkapi pesawat yang canggih yang mampu meladeni MiG 15, F86 Sabre. Tapi untuk di masa depan mereka menginginkan pesawat baru, pesawat yang sederhana, mudah di maintain, dapat menanjak lebih tinggi dan cepat dari pesawat lainnya.  

Review : Revell 1/144 Eurofighter Typhoon

Revell 1/144 Typhoon Box


Kelahiran Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon lahir di Eropa pada masa perang dingin. Berbeda dengan Amerika yang berada cukup jauh, negara-negara Eropa barat hanya terpisah oleh Fulda Gap dengan Soviet. Serangan massif Soviet bisa datang dengan cepat, hampir tanpa peringatan. Oleh karena itu negara-negara Eropa barat butuh pesawat tempur yang bisa segera take off, cepat menanjak ke ketinggian operasional, menghadang elemen udara ataupun menghabisi elemen darat musuh.

Revell 1/144 Tornado Marineflieger

Revell 1/144 Tornado Marienflieger



Model kit murah meriah dari Revell. Skala memang mini, 1/144, tapi detil di mokit ini cukup oke. Panel line beraliran recessed, sehingga proses sanding & weathering lebih mudah. Panel line memang masih terlalu lebar,  belum sehalus keluaaran sweer, tapi ya dengan harga hanya 40 ribu rupiah, saya sudah sangat puas.