Review : Zvezda 1/72 MiG-31

The Mighty Interceptor

Zvezda 1/72 MiG-31
MiG-31 Foxhound lahir dari kebutuhan spesifik pertahanan udara Soviet. Area yang harus dimonitor oleh pertahanan udara Soviet sangat luas. Teknologi dan taktik Amerika pun berkembang, serangan bomber bisa dilakukan dari ketinggian rendah. Kapal selam Amerika mampu meluncurkan rudal jelajah yang kecil dan terbang sangat dekat dengan tanah. Soviet butuh interceptor yang mampu berpatroli jauh ke pedalaman Arktik, mendeteksi area yang luas, sampai ke posisi penyusup dengan cepat, dan menetralisir penyusup terbang rendah. Selain itu pencegatan bisa terjadi di pedalaman dimana ground control tidak tersedia, interceptor baru ini juga dituntut agar bisa menghadapi beberapa ancaman secara mandiri.

Review : Hasegawa 1/200 P-8 Poseidon



Hasegawa 1/200 P8 Poseidon

P-8 Poseidon Multi-mission Maritime Aircraft (MMA)
Walau tidak se-terkenal fighter ataupun bomber, peranan pesawat maritim sangat penting. Di masa damai dan terutama saat perang, laut adalah jalur logistik utama. Tanpa jalur laut yang aman, ekonomi bahkan keamanan sebuah negara bisa terancam. Jangkauan dan endurance pesawat maritim bisa jadi lebih kecil dari kapal. Akan tetapi dari ketinggian terbang beragam sensor pesawat maritim mampu mengcover area yang sangat luas. Dengan kecepatan tinggi, pesawat maritim mampu sampai ke trouble spot dengan cepat dan menetralisir ancaman dengan persenjataan yang dibawanya.

Review : Fujimi 1/700 IJN Musashi waterline and full hull version



Fujimi 1/700 IJN Musashi full hull and waterline edition

the Largest Battleship

IJN Musashi adalah battleship raksasa dengan bobot sekitar 70.000 ton, kapal kedua dalam Yamato Class. Yamato Class battleship didisain setelah Jepang menyadari bahwa kapasitas industrinya tidak bisa menyaingi Amerika. IJN butuh battleship raksasa yang bisa meladeni beberapa battleship Amerika sekaligus.

Bobot 70.000 ton diperlukan untuk membawa meriam kaliber 46cm, terbesar pada waktu itu. Meriam ini bisa memuntahkan proyektil Armor Piercing seberat 1450Kg sejauh 42Km dengan rate of fire 1.5-2 rpm. Yamato class membawa 9 pucuk meriam 46cm yang di grup dalam tiga turret. Secara teori Yamato class bisa menetralisir beberapa battleship musuh bahkan sebelum mereka sempat balas tembak.