Tampilkan postingan dengan label 1/72. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1/72. Tampilkan semua postingan

Review : Jasmine Model 1/72 Ho229

Jasmine Model 1/72 Ho229

Obsesi pangkal prestasi.

Kekalahan Jerman pada WWI mengakibatkan pembatasan kekuatan militer besar-besaran, termasuk penerbangan. Namun mereka tetap bisa mempertahankan spirit dan teknologi aeronautika dengan berbagai klub penerbangan sipil. Banyak pemuda Jerman tertarik program ini, sebagian menjadi pilot dan banyak juga menjadi engineer, termasuk Walter dan Reimar Horten. Namun berbeda dengan yang lain, Horten bersaudara terobsesi dengan flying wing. Walau tanpa background pendidikan aeronautika formal yang lengkap, mereka sukses mendisain beberapa flying wing performa tinggi mulai dari glider sampai jet powered. Suatu prestasi yang luar biasa mengingat flying wing adalah konfigurasi yang tidak umum dan mesin jet baru saja ditemukan. Sebenarnya apa kelebihan flying wing sampai membuat Horten terobsesi?

Review : Revell 1/72 Gripen

Revell 1/72 Gripen

Guerilla fighter.

Jika ditanya fighter paling cocok untuk Indonesia, saya akan menjawab Gripen.

Review : Kinetic 1/72 F-16D Block 50+

Kinetic 1/72 F-16D Block 50+

Fuel Dilemma

Jumlah bahan bakar internal adalah parameter yang sangat penting dalam mendisain fighter. Jika terlalu sedikit maka endurance akan pendek dan performa maksimum mesin hanya bisa dikerahkan sebentar saja. Jika terlalu banyak maka fighter akan besar dan berat, menambah drag sekaligus mengurangi manuverabilitas.

Review : Tamiya 1/72 Mirage 2000C

Tamiya 1/72 Mirage 2000C

Chevalier du Ciel

Bosan nonton film pesawat tempur isinya cuma CG??? Cobalah film Perancis : Chevalier du Ciel. Tapi jangan salahkan kami kalau setelah itu Anda tidak tahan ingin segera merakit model Mirage 2000.

Review : Revell 1/72 Eurofighter Typhoon single seater

Revell 1/72 Eurofighter Typhoon

Yesterday we had raptor salad for lunch

Yups itu adalah komentar pihak Jerman saat Eurofighter Typhoon mereka berhasil menggasak F-22 Raptor dalam simulasi dogfight di Red Flag exercise. Simulasi ini memang kontroversial, banyak pihak yang mengatakan bahwa rules of engagement tidak realistis dan terlalu berpihak ke Typhoon. Namun simulasi ini tetap membuktikan bahwa dalam kondisi yang tepat, Typhoon mampu mengalahkan stealth fighter generasi terbaru.

Review : Zvezda 1/72 Su-47 Berkut

Zvezda 1/72 Su-47 Berkut
Su-47 Berkut adalah pesawat riset Sukhoi untuk eksplorasi karakteristik Forward Swept Wing (FSW). FSW menawarkan manuverabilitas ekstra di AoA tinggi dan drag yang lebih kecil saat terbang normal. Untuk bisa mendapat kedua manfaat ini, instabilitas dan aeroelastisitas FSW harus diatasi. Karakteristik FSW lebih detail bisa dibaca di artikel kami tentang Hasegawa 1/72 X-29.

Review : Zvezda 1/72 MiG-31

The Mighty Interceptor

Zvezda 1/72 MiG-31
MiG-31 Foxhound lahir dari kebutuhan spesifik pertahanan udara Soviet. Area yang harus dimonitor oleh pertahanan udara Soviet sangat luas. Teknologi dan taktik Amerika pun berkembang, serangan bomber bisa dilakukan dari ketinggian rendah. Kapal selam Amerika mampu meluncurkan rudal jelajah yang kecil dan terbang sangat dekat dengan tanah. Soviet butuh interceptor yang mampu berpatroli jauh ke pedalaman Arktik, mendeteksi area yang luas, sampai ke posisi penyusup dengan cepat, dan menetralisir penyusup terbang rendah. Selain itu pencegatan bisa terjadi di pedalaman dimana ground control tidak tersedia, interceptor baru ini juga dituntut agar bisa menghadapi beberapa ancaman secara mandiri.

Review : Hasegawa 1/72 X-29

Hasegawa 1/72 X-29

Forward Swept Wing

Pada awalnya sayap dipasang tegak lurus terhadap fuselage. Teknolgi berkembang, mesin jet ditemukan, pesawat bisa terbang mendekati kecepatan suara. Di kecepatan tinggi akan timbul shock wave di beberapa area sayap. Shock wave akan meingkatkan drag secara signifikan, sangat membatasi kecepatan pesawat dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Para ahli aerodinamika menemukan bahwa kemunculan shock wave bisa ditunda dengan memasang sayap dengan sudut miring dari fuselage atau swept wing.

Review : Hasegawa 1/72 F/A-18F Super Hornet

Hasegawa 1/72 F/A-18F Super Hornet

Jack of all trades, master of none

Sejarah Super Hornet berawal dari F/A-18 A/B/C/D Hornet. Kode F/A berarti kemampuan untuk melaksanakan fungsi Fighter dan Attack sekaligus. Sebenarnya F-4 Phantom dan F-14 Tomcat sudah berhasil melaksanakan kedua fungsi diatas. Tapi kondisi politik dunia berubah sehingga budget pertahanan dipotong dan pola ancaman berubah. US NAVY ingin F/A yang mengakomodasi teknologi terbaru, efektif di pertempuran modern, tapi dengan biaya operasi rendah.

Review : Hobbyboss 1/72 F-14D Super Tomcat

Hobbyboss 1/72 F-14D Super Tomcat

Unleashing Tomcat’s true potential

Anda mungkin masih ingat adegan klimaks di film Top Gun saat F-14A milik Maverick jatuh. F-14A ini jatuh karena kedua mesinnya mati akibat turbulensi udara dari Tomcat di depannya. Top Gun memang film fiksi, tapi skenario matinya mesin TF30 memang ada dan merupakan kekahawatiran terbesar pilot Tomcat. Lemahnya performa mesin TF30 sangat membatasi potensi airframe Tomcat. Kelemahan ini baru ditangani di versi selanjutnya, yaitu F-14B dan F-14D. Jika Top Gun difilmkan dengan F-14D, Tony Scott akan pusing memikirkan skenario jatuhnya Tomcat.

Review : Revell 1/72 F-4F Phantom

Revell 1/72 F-4F Phantom

The Heavyweight Dogfighter.

F-4 Phantom identik dengan fighter besar bersenjatakan rudal berpemandu radar untuk menghantam musuh dari jarak jauh. Namun ada satu varian Phantom yang nyeleneh, yaitu F-4F milik Luftwaffe. Berbeda dengan varian lainnya, F-4F dioptimasi untuk dogfight jarak dekat. 

Review : Eduard 1/72 MiG15 UTI

Eduard 1/72 MiG15 UTI 

The mini jet fighter

MiG-15 adalah jet fighter terbaik Soviet di era perang Korea. Fighter ini mampu menghentikan operasi bomber di siang hari dan menguasai udara di atas Korea, memaksa Amerika menurunkan fighter terbaiknya, F-86 Sabre. Ada satu kejadian mengejutkan pada proses kelahiran MiG-15. Kejadian ini sangat luar biasa bahkan sampai membuat Joseph Stalin sendiri kaget.

Review : Zvezda 1/72 T90

Zvezda 1/72 T90

The Flying Tank

T-90 adalah MBT terbaru Russia saat ini. Carilah video tentang tank ini dan Anda akan terkejut melihat tank ini melayang di udara setelah melintasi gundukan tanah. T-90 lebih ringan dan kecil dari MBT milik barat. Ringan bukan berarti ringkih, T-90 dilindungi oleh reactive armor dan sistem proteksi aktif SHTORA. Sepucuk kanon 125mm juga memberikan daya hantam yang tidak bisa diremehkan.

Review : Italeri 1/72 F-35A Lightning II

Italeri 1/72 F-35A Lightning II


The Joint Strike Fighter

Saat ini USAF telah memiliki fighter generasi kelima tercanggih, F-22 Raptor. Kemampuan stealth dan supercruise Raptor membuatnya mampu mendominasi pertempuran udara. Masalahnya harga Raptor tidaklah murah. Akan sulit membeli Raptor dalam jumlah cukup untuk semua misi air to air ataupun air to ground. USAF butuh fighter generasi kelima lain yang lebih ringan dan murah untuk mengkomplemen Raptor. Karena lebih murah, performa dibawah Raptor pun masih bisa ditoleransi selama masih layak dikategorikan sebagai fighter generasi kelima. Kemampuan multi misi, terutama air to ground juga sangat ditekankan bagi fighter ringan baru ini. Untuk menekan harga, fighter baru ini direncanakan diproduksi dalam jumlah besar. Agar bisa dijual dalam jumlah besar, fighter baru ini harus bisa memenuhi requirement USAF, US NAVY, USMC, dan pasar ekspor. Semua requirement ini dirangkum dalam project Joint Strike Fighter (JSF).

Review : Revell 1/72 Horten Go229

Revell 1/72 Horten Go229 


Flying Wing.

Pesawat yang sedang terbang pasti akan dihambat oleh hambatan udara atau drag. Drag ini perlu diatasi oleh dorongan mesin agar pesawat dapat mempertahankan kecepatan terbangnya. Reduksi drag adalah salah satu tujuan utama disainer pesawat. Jika drag lebih kecil, maka daya dorong mesin yang diperlukan untuk mencapai performa yang sama juga lebih kecil. Mesin dengan daya yang lebih kecil bisa dibuat lebih kecil, ringan, dan irit bahan bakar. Irit bahan bakar berarti perlu lebih sedikit bahan bakar untuk mencapai jarak yang sama. Lebih sedikit bahan bakar artinya bobot bahan bakar yang perlu dibawa lebih ringan. Bobot bahan bakar lebih ringan artinya struktur pesawat bisa dibuat lebih sederhana dan ringan. Secara keseluruhan ukuran dan berat pesawat bisa diminimalisir dengan reduksi drag. Ukuran yang kecil dan ringan ini pun mereduksi drag lebih jauh lagi. Reduksi drag ini kemudian bisa memperkecil ukuran dan berat, dan seterusnya. Iterasi ini berlanjut terus sampai tercapai parameter yang diinginkan. Jadi sedikit saja reduksi drag bisa mengingkatkan efisiensi atau performa secara signifikan.

Review : Hasegawa 1/72 F20 Tigershark

Hasegawa 1/72 F20 Tigershark

a F-5 Tiger successor

Pada tahun 60an Northrop memproduksi pesawat yang sangat cost effective, yaitu F-5 Tiger. F-5 adalah pesawat kecil, murah, dan handal, membuatnya dipakai oleh banyak negara dengan budget terbatas tapi butuh fighter dalam jumlah besar. Tidak hanya murah, performa F-5 juga membuatnya dipakai oleh negara yang paling pemilih dalam urusan senjata, yaitu Swiss. Sebagai catatan, Swiss adalah negara netral yang harus punya cukup kekuatan untuk mempertahankan diri sendiri. Jadi Swiss hanya memilih sistem senjata paling tepat untuk militernya.

Melihat kesuksesan F-5 diatas, wajar kalau Northrop ingin melahirkan generasi berikutnya dari pesawat ini. Northrop ingin mempertahankan harga rendah, kehandalan, dan kelincahan F5 Tiger. Selain itu Northrop ingin memperbaiki akselerasi dan menambahkan kemampuan BVR.

Review : Tamiya 1/72 Su34 Strike Flanker

Tamiya 1/72 Su34 Strike Flanker

Su34 Strike Flanker

Amerika telah sukses mengkonversi pesawat air superioritynya (F14 Tomcat & F15 Eagle) menjadi pesawat penyerang darat/interdiction strike (F14D Bombcat & F15E Strike Eagle). Russia pun melakukan hal yang serupa. Mereka mengambil dasar dari pesawat air superiority terhebat mereka, Su27 untuk membuat Su34. Pilihan ini masuk akal, karena seperti F14 dan F15, Su27 memiliki jangkauan jauh dan mampu membawa persenjataan berat. Kedua karakteristik ini diperlukan untuk misi interdiction strike.

Review : Tamiya 1/72 A6E Intruder

Tamiya 1/72 A6E Intruder
A6 Intruder

Bagi yang bukan maniak pesawat mungkin belum pernah mendengar nama A6 Intruder.

Tidak seperti pesawat tempur lain yang berbentuk ramping dan sexy, Intruder berbentuk gemuk dan jelek. Soal kecepatan juga tidak ada yang bisa dibanggakan. Tidak seperti pesawat tempur lain di zamannya, Intruder tidak bisa menembus kecepatan suara. Soal kelincahan juga sama, Intruder tidak bisa diharapkan untuk dogfight dengan fighter musuh.

Review : Academy 1/72 P38J Lightning European Theater Operation

Academy 1/72 P38J Lightning
Lockheed P38 Lightning

Clarence “Kelly’ Johnson adalah legenda tersendiri di dunia penerbangan. Beberapa pesawat legendaris seperti F104 Starfighter, U2 dragon Lady, dan SR71 Blackbird adalah hasil kejeniusan dia dan teamnya. Pada awal karirnya, disainer jenius ini juga turut membidani lahirnya sebuah pesawat tempur legendaris: P38 Lightning.