Review : Italeri 1/72 F-35A Lightning II

Italeri 1/72 F-35A Lightning II


The Joint Strike Fighter

Saat ini USAF telah memiliki fighter generasi kelima tercanggih, F-22 Raptor. Kemampuan stealth dan supercruise Raptor membuatnya mampu mendominasi pertempuran udara. Masalahnya harga Raptor tidaklah murah. Akan sulit membeli Raptor dalam jumlah cukup untuk semua misi air to air ataupun air to ground. USAF butuh fighter generasi kelima lain yang lebih ringan dan murah untuk mengkomplemen Raptor. Karena lebih murah, performa dibawah Raptor pun masih bisa ditoleransi selama masih layak dikategorikan sebagai fighter generasi kelima. Kemampuan multi misi, terutama air to ground juga sangat ditekankan bagi fighter ringan baru ini. Untuk menekan harga, fighter baru ini direncanakan diproduksi dalam jumlah besar. Agar bisa dijual dalam jumlah besar, fighter baru ini harus bisa memenuhi requirement USAF, US NAVY, USMC, dan pasar ekspor. Semua requirement ini dirangkum dalam project Joint Strike Fighter (JSF).

Review : Trumpeter 1/35 Strv103C

Trumpeter 1/35 Strv103C

The Turret-Less Tank

Swedia adalah negara favorit kami soal teknologi militer. Negara netral ini memiliki posisi geografis tepat diantara NATO dan Soviet. Swedia butuh kekuatan militer yang walaupun kecil harus sangat efektif. Swedia telah menelurkan berbagai keajaiban teknologi militer seperti fregat Visby class, Gripen, Viggen, dll. Dalam review ini kami akan mengulas salah satu monster darat hasil karya negara nordik ini, Strv103.

Review : Meng 1/35 T-90 Russian MBT

Meng 1/35 T-90 box

Build Review Meng T-90A bisa Anda baca disini

A Russian new Main Battle Tank

Pada awalnya Russia menggunakan dua jenis MBT, T-72 dan T-80. T-72 adalah tank yang relatif murah sehingga bisa dibeli dalam jumlah banyak. Selain murah, T-72 juga handal dan mudah dimaintain sehingga bisa dioperasikan oleh seluruh divisi tank Russia. Kekurangan T-72 adalah umurnya. Tank ini canggih pada masanya tapi kekurangan teknologi terbaru untuk dapat bersaing di era modern. Salah satu kekurangannnya adalah tidak adanya sensor dan fire control terbaru yang setara dengan milik barat.

Kekurangan T-72 tadi akan dikomplemen oleh T-80 yang lebih baru. Tank ini dilengkapi dengan sensor dan fire control yang lebih canggih. Selain itu performa T-80 pun terdongkrak dengan pemakaian mesin turbin. Masalahnya T-80 harganya mahal sehingga tidak bisa dibeli dalam jumlah besar. Selain itu pemeliharaan T-80 cukup rumit, hanya bisa dilaksanakan oleh unit elit saja.

Russia berharap akan mendapatkan armada tank kuat dengan harga ekonomis dengan kombinasi high-low ini. Sayangnya harapan Russia tidak terkabul. Performa T-80 di lapangan kurang memuaskan. Sistem fire control T-80 memang bagus, tapi mesin turbin yang digunakannya tidak memuaskan. Mesin ini boros bahan bakar dan sulit dimaintain. Perlu kapasitas logistik besar untuk mendukung operasi T-80 di lapangan, sesuatu yang cukup sulit untuk Russia yang punya wilayah sangat luas. Selain itu biaya untuk memproduksi dan mengoperasikan dua jenis tank ternyata sangat mahal.

Solusinya Russia butuh tank baru. Pertama-tama tank baru ini harus lebih ekonomis dari T-80, baik pembuatannya ataupun operasionalnya. Lalu tank ini harus punya kehandalan setara T-72, bisa dioperasikan dengan fleksibel di pedalaman Russia ataupun medan perang lain dengan dukungan logistic secukupnya. Selain itu tank ini juga harus dilengkapi sensor dan fire control secanggih atau bahkan melebihi T-80. Russia berhasil membuat tank seperti ini, yaitu T-90.