Review : Hasegawa 1/72 F20 Tigershark

Hasegawa 1/72 F20 Tigershark

a F-5 Tiger successor

Pada tahun 60an Northrop memproduksi pesawat yang sangat cost effective, yaitu F-5 Tiger. F-5 adalah pesawat kecil, murah, dan handal, membuatnya dipakai oleh banyak negara dengan budget terbatas tapi butuh fighter dalam jumlah besar. Tidak hanya murah, performa F-5 juga membuatnya dipakai oleh negara yang paling pemilih dalam urusan senjata, yaitu Swiss. Sebagai catatan, Swiss adalah negara netral yang harus punya cukup kekuatan untuk mempertahankan diri sendiri. Jadi Swiss hanya memilih sistem senjata paling tepat untuk militernya.

Melihat kesuksesan F-5 diatas, wajar kalau Northrop ingin melahirkan generasi berikutnya dari pesawat ini. Northrop ingin mempertahankan harga rendah, kehandalan, dan kelincahan F5 Tiger. Selain itu Northrop ingin memperbaiki akselerasi dan menambahkan kemampuan BVR.

Review : Hobbyboss 1/35 Leopard 2A6

Hobbyboss 1/35 Leopard 2A6
Di dunia ini ada dua jenis tank: buatan Jerman dan tank lainnya.

Kalimat diatas mungkin bukan isapan jempol belaka. Jerman memang terkenal dengan tank yang tangguh. Pada awal WWII, negara ini mampu menguasai seluruh eropa barat dengan cepat berbekal taktik blitzkrieg. Komponen utama taktik ini adalah panzer yang memiliki mobilitas tinggi, daya tembak mumpuni, dan armor yang kokoh. Tank ini mampu berkerjasama dengan baik dengan infantry, altilleri, dan komponen udara. Kerjasama yang menghasilkan serangan dashyat yang mampu menembus pertahanan negara-negara eropa barat dengan relatif mudah dan tentunya cepat.

Review : Hasegawa 1/200 C47 Skytrain 2in1

Hasegawa 1/200 C47 2in1 box

Jika dilihat sepintas, apa sih istimewanya pesawat transport? Kecepatan biasa saja, manuverabilitas nol, tongkrongan kalem.

Tapi jangan salah, lihatlah lebih dalam lagi. Dengan pesawat transport, logistik vital bisa dikirim dengan cepat nyaris kemana saja. Pasukan kawan dimanapun bisa mendapat logistik yg cukup di waktu yg tepat, membuat mereka menjadi kekuatan tempur yg memadai. Tidak hanya logistik, penggelaran pasukan pun bisa lebih fleksibel. Pasukan para bisa diterjunkan di belakang garis lawan, mengacaukan strategi lawan dan menetralisir kekuatan massif lawan.